Sejarah Kurma Ajwa Hingga Menjadi Istimewa di Kalangan Umat Islam

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum tau tentang sejarah kurma ajwa, yang sering juga disebut sebagai kurma nabi.

Ya, sebagian besar dari kita mungkin hanya tau tentang manfaat dan khasiatnya saja, terutama yang terdapat pada HR Al-Bukhari (no. 5769) dan Muslim (no. 2047) (155).

Isinya kurang lebih sebagai berikut:

Dari Sahabat Sa’ad bin Abu Waqqash, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Barangsiapa yang mengkonsumsi 7 butir (Kurma) ajwa di pagi hari, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun dan juga sihir”

Namun tahukah kita mengapa kurma yang satu ini dinamakan dengan ajwa atau kurma nabi?

Bagaimana awal mula kisahnya?

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang sejarah kurma nabi, termasuk asal usul nama ajwa, lokasi awal, dan hal-hal penting lainnya.

Sejarah Kurma Ajwa

Sejarah Kurma Ajwa Yang Istimewa

Kalau pernah baca atau dengar tentang sahabat Nabi, mungkin kita sudah tak asing lagi dengan nama Salman Al Farisi.

Beliau merupakan orang Persia, yang usulannya digunakan oleh Rasulullah SAW pada perang khandaq.

Perang ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriah (627 Masehi).

Di peperangan ini, kota Madinah dikepung oleh koalisi kaum kafir quraisy Mekkah dan yahudi bani nadir.

Pada saat inilah Salman mengusulkan untuk membuat khandaq (Parit) kepada Rasulullah SAW.

Ia menjelaskan bahwa ini merupakan strategi perang orang Persia untuk mempertahankan diri jika diserang.

Setelah mendengar usul Salman, Rasulullah SAW langsung memerintahkan kaum Muslimin untuk menggali parit di sekeliling Madinah.

Beliau (Rasulullah SAW) juga ikut ambil bagian menggali parit agar semua kaum Muslimin lebih bersemangat.

Pada akhirnya, parit yang dibuat pasukan Muslimin tersebut berhasil menjadi penghalang pasukan musuh.

Sejarah Kurma Ajwa dan Kisah Salman Alfarisi

Ajwa merupakan nama salah satu putra Salman Al-Farisi.

Rasulullah SAW sangat menghargai pengorbanan Salman ketika berjuang untuk Islam, sehingga beliau menggunakan nama tersebut (Ajwa) sebagai nama kurma yang ia tanam di Madinah.

Sejak saat itulah, kurma tersebut bernama ajwa.

Konon kabarnya, kurma ini hanya bisa tumbuh subur di kota asalnya, yakni di Madinah.

Jadi bisa dikatakan jika ajwa yang asli hanya berasal dari Madinah.

Untuk itu tak mengherankan jika saat ini, harga jual kurma ajwa cukup tinggi, karena harus dibeli langsung dari Madinah.

Saat artikel ini dipublikasikan (Juli 2018), harga kurma nabi di Indonesia bisa mencapai Rp. 350.000 hingga Rp. 400.000/kg.

Kesimpulan

  • Ajwa disebut kurma nabi karena ditanam langsung oleh Rasulullah SAW di kota Madinah
  • Nama ajwa merupakan nama salah satu putra Salman Al farisi (Sahabat Nabi), dan digunakan Rasulullah SAW untuk mengenang jasa Salman

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan, dan silahkan di-share agar semakin banyak orang yang tau.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *